Monday, 3 November 2014

Hidup Tentang Kematian

  No comments


Hidup Tentang Kematian

Hidup adalah anugerah tuhan kepada semua makhlukNya, khususnya manusia. Hidup bukan perkara mudah untuk kita manusia, banyak hal yang bila kita pikirkan membuat kita berpikir “seharusnya saya tidak usah lahir ke dunia ini”. Pernyataan seperti itu mungkin akan menghampiri kita ketika memikirkan hal yang terjadi setelah hidup itu sendiri. Banyak dari kita yang dalam urusan dunia terlihat mudah menjalaninya, tetapi tidak sedikit dari kita yang harus berjuang untuk hal hingga darah penghabisan hanya untuk mendapatkan sesuap nasi.Banyak yang berusaha mencari rezekinya dengan cara yang benar dan halal, tapi tidak sedikit yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan yang namanya uang. Ada yang rela mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, ada yang rela membunuh saudaranya, ada yang tega menjual anaknya, ada yang rela pindah agama demi uang dan lain sebagainya.

            Fenomena ini seperti sudah bergentayangan dalam kehidupan kita. Semua seakan berlomba untuk menjajah satu sama lain. Tak ada lagi kasih sayang, tak ada lagi rasa takut untuk menyakiti satu sama lain, seakan tak ada lagi kata “kita”. Ilmu agama dan pengetahuan tak lagi jadi tameng, semua mau dilakukan untuk memuaskan hawa nafsu semata. Mengatasnamakan hal yang baik untuk melakukan suatu hal yang jahat. Iman tak lagi di prioritaskan, nafsu dan ajakan syetan di kedepankan untuk meraih “cita-citanya”.

            Tak banyak yang menyadari bahwa meremehkan hal yang kecil dapat mengakibatkan sesuatu yang besar. Tak sedikit juga yang mengabaikan bahwa mengamodasikan hal yang kecil dapat menjadi hal sangat besar. Ketakutan akan masa depan sendiri membuat masa depan orang banyak terancam. Pada hal kalau kita merujuk pada tuntunan agama hal semacam itu tidak dan tidak akan terjadi, karena agama sangat mencintai kedamaian, keharmonisan, dan kebersamaan, yang dengan hal tersebut membuat ketakutan akan Allah lebih besar dari pada ketakutan akan masa depan sendiri.

            Hidup bukan tentang masa depan yang banyak orang perbincangkan, tetapi hidup tentang kematian. Tak ada yang bisa lari dari mati,semua akan menemuinya cepat atau lambat. Kaya atau miskin, terpandang atau hina, muda atau tua, pembunuh atau terbunuh, semua akan merasa yang namanya kematian. Banyak orang yang beranggapan bahwa hari esok dan seterusnya adalah masa depan, hari dimana kita dituntut untuk melakukan hal yang membuat hari esok lebih baik, dan lebih baik lagi. 

            Sekarang kita sugestikan dalam diri kita bahwa hari esok adalah hari dimana kematian mendatangi kita, dan kita di tuntut melakukan hal baik yang menuntun kita ke arah yang lebih baik lagi demi menyongsong hari kematian yang pasti akan tiba menjemput kita. Kematian yang semakin hari makin mendekat,kematian yang semakin bertambah umur semakin menghampiri kita, kematian yang membawa kita berpisah dengan orang tua kita, dengan saudara kita, dengan orang yang kita cintai,dan dengan semua yang pernah bersama kita selama kita hidup.

            Mati adalah suatu hal yang pasti, yang di dalamnya banyak misteri tapi bukan teka-teki. Pergunakan duniamu untuk kebahagianmu setelah mati bukan untuk membinakanmu, dunia untuk menyenangkan kita di akhirat bukan untuk bersenang-senang. Kita harus ingat sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok.

            Penulis mohon maaf kalau ada sesuatu yang salah dalam tulisan ini dan mohon diperbaiki untuk kebaikan kita semua, karena penulis bukan ahli agama. Penulis masih dalam tahap belajar dan memperdalam ilmu pengetahuan / agama. 


                                    Karya : Em Ef Zet

Sunday, 2 November 2014

Fenomena Kehidupan

  No comments


Fenomena Kehidupan
           
            Hidup adalah tentang bagaimana kita memikirkannya
            Kadang seperti datang mendekap kita
            Kadang bagai lari dari kita
            Tak terduga,dan begitu bersahaja
            Semua fenomena kehidupan

                                    Keseriusan mengejar tak ada habisnya
                                    Semua terbentang seperti fatamorgana
                                    Agama terabaikan,
                                    Kebohongan tak terhindarkan

            Kematian datang silih berganti
            Tak bisa lagi jadi peringatan
            Hanya menjadi ritual
            Sebatas menghilangkan rasa tidak enak

                                    Fenomena kehidupan begitu memprihatinkan
                                    Butuh kepedulian,
                                    Bukan sekedar pecritaan
                                    Agama harus dikedepankan
                                    Untuk kemuliaan bersama

            Karya : Em Ef Zet

Saturday, 25 October 2014

Beberapa Pertanyaan-Pertanyaan ALLAH dalam Al-Qur’an

  No comments
Beberapa-pertanyaan-ALLAH-SWT-di-dalam-Al-Qur'an

Dalam Al-qur'an banyak sekali pertanyaan Allah SWT kepada kita manusia,
Pertanyaan itu dimaksudkan untuk menjadi renungan dan intropeksi untuk kita dalam mengarungi kehidupan ini,
Berikut ini beberapa pertanyaan Allah SWT di dalam kitabNya Al-Qur'an :

 1.Surat Al-Mukminun (23) Ayat 115 “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami ?.”

 2.Surat Qiyamah (75) Ayat 36 “Apakah kamu mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungan jawab) ?,”

 3.Surat Al-Ankabut (29) Ayat 2,3,dan 4
  •  Ayat 2 “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah berikan” , sedang mereka tidak diuji lagi.

  •  Ayat 3 “Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

  • Ayat 4 “Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami ?.Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.


 4.Surat Az-Zukhruf (43) Ayat 80 “Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan mereka?. Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.

  •  Surat Al-Mujadilah (58) Ayat 7 “Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi?. Tiada pembicaraan rahasia antar tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  •  Surat Al-Mu’minun (23) Ayat 17 “Dan sesugguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit), dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).

  •  Surat Qaf (50) Ayat 16,17,dan 18 Ayat 16 “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya,dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya. 
 Ayat 17 “(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.
 Ayat 18 “Tiada suatu ucapanpun yang di ucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

  •  Surat Al-An’am (6) Ayat 59 “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfud).

  • Surat Fussilat (41) Ayat 22 “Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.

  •  Surat Asy Syu’ara (26) Ayat 181 “Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan.

  •  Surat Yunus (10) Ayat 3 “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian bersemanyam di atas Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada keizinan-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran ?.
  • Surat Ar-Rum (30) Ayat 40 “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudin memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu ?. Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

  •  Surat Hijr (15) Ayat 20 “Dan kami telah menciptakan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.

  • Surat Az Zumar (39) Ayat 62 “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.

5.Surat At Taubah (9) Ayat 16 “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mangambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  • Surat Al-Baqarah (2) Ayat 165 “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
  • Surat Al Kahfi (18) Ayat 110 “Katakanlah : “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang di wahyukan kepadaku : “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.
  • Surat Fatir (35) Ayat 6 “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh-(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

6.Surat Ali Imran (3) Ayat 142 “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.

  • Surat Ar Ra’d (13) Ayat 22 “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).
  • Surat Ar Ra’d (13) Ayat 23 “(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.

  • Surat Asy Syura (42) Ayat 43 “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.


7.Surat Al Qiyamah (75) Ayat 3,4,dan 19
  • Ayat 3 “Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya.?

  • Ayat 4 “Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.

  • Ayat 19 “Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya.

8.Surat Al Baqarah (2) Ayat 214 “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ?. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan , serta di goncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya : “Bilakah datangnya pertolongan Allah ?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
  • Surat Al An’Am (6) Ayat 42 “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.

  • Surat Al An’Am (6) Ayat 43 “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.


9.Surat An Naml (27) Ayat 62 “Atau siapakah yanag memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepadaNya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi. Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain) ?.Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).

 Cuma segitu yang bisa saya share kepada kawan-kawan semua,
Untuk lebih lengkapnya cari ja di Al-Qur'anNya langsung ya !!!!
:)