Hidup Tentang Kematian
Hidup Tentang Kematian
Hidup adalah anugerah tuhan kepada semua makhlukNya,
khususnya manusia. Hidup bukan perkara mudah untuk kita manusia, banyak hal
yang bila kita pikirkan membuat kita berpikir “seharusnya saya tidak usah lahir
ke dunia ini”. Pernyataan seperti itu mungkin akan menghampiri kita ketika
memikirkan hal yang terjadi setelah hidup itu sendiri. Banyak dari kita yang
dalam urusan dunia terlihat mudah menjalaninya, tetapi tidak sedikit dari kita
yang harus berjuang untuk hal hingga darah penghabisan hanya untuk mendapatkan
sesuap nasi.Banyak yang berusaha mencari rezekinya dengan cara yang benar dan
halal, tapi tidak sedikit yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan yang
namanya uang. Ada yang rela mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, ada yang
rela membunuh saudaranya, ada yang tega menjual anaknya, ada yang rela pindah
agama demi uang dan lain sebagainya.
Fenomena ini seperti sudah bergentayangan
dalam kehidupan kita. Semua seakan berlomba untuk menjajah satu sama lain. Tak
ada lagi kasih sayang, tak ada lagi rasa takut untuk menyakiti satu sama lain,
seakan tak ada lagi kata “kita”. Ilmu agama dan pengetahuan tak lagi jadi
tameng, semua mau dilakukan untuk memuaskan hawa nafsu semata. Mengatasnamakan
hal yang baik untuk melakukan suatu hal yang jahat. Iman tak lagi di
prioritaskan, nafsu dan ajakan syetan di kedepankan untuk meraih
“cita-citanya”.
Tak banyak yang menyadari bahwa
meremehkan hal yang kecil dapat mengakibatkan sesuatu yang besar. Tak sedikit
juga yang mengabaikan bahwa mengamodasikan hal yang kecil dapat menjadi hal
sangat besar. Ketakutan akan masa depan sendiri membuat masa depan orang banyak
terancam. Pada hal kalau kita merujuk pada tuntunan agama hal semacam itu tidak
dan tidak akan terjadi, karena agama sangat mencintai kedamaian, keharmonisan,
dan kebersamaan, yang dengan hal tersebut membuat ketakutan akan Allah lebih
besar dari pada ketakutan akan masa depan sendiri.
Hidup bukan tentang masa depan yang
banyak orang perbincangkan, tetapi hidup tentang kematian. Tak ada yang bisa
lari dari mati,semua akan menemuinya cepat atau lambat. Kaya atau miskin,
terpandang atau hina, muda atau tua, pembunuh atau terbunuh, semua akan merasa
yang namanya kematian. Banyak orang yang beranggapan bahwa hari esok dan seterusnya
adalah masa depan, hari dimana kita dituntut untuk melakukan hal yang membuat
hari esok lebih baik, dan lebih baik lagi.
Sekarang kita sugestikan dalam diri
kita bahwa hari esok adalah hari dimana kematian mendatangi kita, dan kita di
tuntut melakukan hal baik yang menuntun kita ke arah yang lebih baik lagi demi
menyongsong hari kematian yang pasti akan tiba menjemput kita. Kematian yang
semakin hari makin mendekat,kematian yang semakin bertambah umur semakin
menghampiri kita, kematian yang membawa kita berpisah dengan orang tua kita,
dengan saudara kita, dengan orang yang kita cintai,dan dengan semua yang pernah
bersama kita selama kita hidup.
Mati adalah suatu hal yang pasti,
yang di dalamnya banyak misteri tapi bukan teka-teki. Pergunakan duniamu untuk
kebahagianmu setelah mati bukan untuk membinakanmu, dunia untuk menyenangkan
kita di akhirat bukan untuk bersenang-senang. Kita harus ingat sabda Nabi
Muhammad SAW yang berbunyi : bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu hidup
selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok.
Karya : Em Ef Zet
No comments :
Post a Comment